Brigata Curva Sud 1976 (Ultras PSS Sleman)

No Leader Just Together !

Sejarah singkat BCS yang tidak mempunyai kepengurusan. Perlu diketahui bahwa Brigata Curva Sud (BCS) memang tidak memiliki struktur kepengurusan. BCS bukan sebuah organisasi suporter seperti kelompok suporter pada umumnya di Indonesia namun BCS merupakan komunitas suporter sepakbola yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kekeluargaan.

Tanpa kepengurusan, BCS bukan berarti liar tak terkendali. BCS mempunyai cara sendiri untuk menjaga kode etik dalam memberikan dukungan kepada klub PSS Sleman, ya… kode etik bukan AD ART. Di dalam kelompok BCS terdapat banyak sekali komunitas. Komunitas-komunitas tersebut beranggotakan 20-200 orang bahkan bisa lebih. Dalam satu komunitas diorganisir oleh satu koordinator yang telah ditunjuk oleh komunitasnya. Dalam mengambil kebijakan, koordinator-koordinator komunitas tersebut berkumpul untuk membahas persoalan yang ada sehingga mencapai kesepakatan bersama. Setelah mendapat kesepakatan, koordinator menyampaikannya ke anggota komunitasnya.

Setiap komunitas mempunyai forum tersendiri, satu bulan sekali atau tenggang waktu yang disepakati masing-masing komunitas berkumpul untuk menjalankan koordinasi. Bagi anggota BCS yang tidak mempunyai komunitas atau biasa di sebut anggota Independent, informasi tentang kebijakan BCS bisa diakses melalui forum dunia maya. Tukar-menukar informasi juga sering dilakukan via ponsel.

BCS mencoba menghilangkan hirarki atau struktur kepengurusan dalam kelompok ini, tujuannya agar setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam setiap pengambilan keputusan dan melaksanakan kebijakan yang telah disepakati. Selain itu, BCS bukan orang-orang yang mau diurus oleh segelintir orang saja. Oleh karena ini, kebersamaan dan kekeluargaan sangat dijunjung tinggi dalam kelompok ini dengan harapan BCS tidak dapat ditunggangi oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan politik. Jika anda masih bertanya siapa ketua atau pengurus BCS ?? maka jawabannya adalah semua anggota Brigata Curva Sud.

Bahaya Narkoba di Kalangan Pelajar

    Mungkin pada zaman diera moderenisasi kali ini pengaruh dari narkoba atau kepanjangan dari (narkotika dan obat-obatan terlarang) selalu di konsumsi oleh orang-orang khususnya di kalangan para pelajar baik itu yang duduk dibangku SMA, SMP, bahkan yang lebih parahnya ada yang masih duduk di bangku SD tapi jarang-jarang bila anak-anak seusia dibawah 11 tahun kebawah, sudah mengenal dan mngkonsumsi apa itu narkoba. rata-rata seorang yang mengenal narkoba itu khususnya para pelajar, awal-awalnya dari sebuah rokok seseorang yang yang selalu merokok akan terundang dirinya untuk masuk ke dalam dunia narkotika,  Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. nah dari bahaya mencoba-coba itulah yang bisa memasukan kita untuk mencoba sebuah narkoba. macam-macam narkoba diantaranya adalah putaw, minuman keras, obat-obat terlarang seperti extacy, dekstrol, ganja, heroin, dll.
                       Mungkin tak hanya para pelajar yang sering mengkonsumsi sebuah narkoba, yang kedua mungkin dari Mahasiswa. mahasiswa pun sering sekali mengkonsumsi narkoba karena ada faktor-faktor lain kenapa mereka mencoba-coba sebuah narkoba. mungkin dari faktor masalah pribadi, masalah dengan teman, masalah dengan kekasih, keluarga juga mungki bisa menjadi faktornya mungkin salah satunya adalah putus cinta, stress, mungkin masih banyak lagi faktor-faktor yan mempengaruhi mahasiswa itu sendiri yang masuk untuk mengkonsumsi narkoba. dan adapun dampak negatif dari seorang yang mengkonsumsi narkoba diantaranya adalah perubahan dalam dirinya serta kepribadiannya, sering bolos sekolah karena beragai banyak alasan, mudah tersinggung dan cepat marah, sering mengantuk disaat pembelajaran berlangsung, acuh tak acuh pada diri sendiri, suka mengbohongi kedua orang tuanya disaat dia membutuhkan biaya untuk membeli narkoba tersebut, bahkan yang paling parahnya bisa sampai mencuri karena untuk mendapatkan narkoba.
                       Cara pencegahannya alangkah baiknya bahwa kita jangan sekali mencoba-mencoba itu yang dinamakan narkoba. karena sekali mencoba pasti seterusnya akan terundang ketagihan kembali untuk mencobanya. adapun cara untuk menghidari dari narkoba itu sendiri yaitu dengan kuatkan iman dari diri kita bahwa kita jangan sampai terjerumus kedalam dunia narkoba, pilih-pilihlah dalam sebuah pergaulan, kita boleh tau apa itu narkoba tetapi jangan pernah mau untuk memakainnya, pilih-pilih kegiatan yang sianggap baik, peran orang tua, guru-guru, serta teman akan saling mengingatkan agar membawa ke jalan yang baik. jagalah diri kita baik-baik , karena sehat itu mahal tidak bisa dibayar dengan apapun. Say No to Drugs !!!!